Surat Yohanes Kedua adalah surat yang ditujukan kepada sebuah jemaat untuk memberikan dorongan agar tetap setia pada kebenaran dalam kasih serta waspada terhadap guru-guru palsu. Suasana dan nada surat ini mirip dengan surat Paulus kepada jemaat Filipi. Surat Yohanes Kedua menguraikan banyak tema yang sama—misalnya, kasih, kebenaran, “perintah baru,” dan ajaran sesat—secara lebih mendalam.

PERMASALAHAN: Bagaimana Yohanes menjelaskan bahwa para penerima suratnya menaati perintah dasar Kristus untuk saling mengasihi?

SOLUSI: Dengan memastikan bahwa mereka terus berjalan dan tinggal di dalam kebenaran ajaran Kristus, percaya bahwa Ia telah datang dalam rupa manusia, sehingga mereka tidak kehilangan apa yang telah mereka usahakan, melainkan memperoleh upah penuh berupa persekutuan dengan Bapa dan Anak, berbeda dengan para penipu yang menyangkal hal ini dan karenanya tidak boleh diterima atau disapa.

PESAN TEKS: Yohanes mengatakan bahwa para penerima suratnya dapat menaati perintah dasar Kristus untuk saling mengasihi dengan memastikan bahwa mereka terus berjalan dan tetap berada dalam kebenaran ajaran Kristus, percaya bahwa Ia telah datang dalam rupa manusia, agar mereka tidak kehilangan apa yang telah mereka usahakan, melainkan memperoleh upah penuh berupa persekutuan dengan Bapa dan Anak, tidak seperti para penipu yang menyangkal hal ini dan karenanya tidak boleh diterima atau disapa.

PESAN KHOTBAH: Kasih sejati berjalan dalam kebenaran ajaran Kristus dan waspada terhadap mereka yang dengan jahat berusaha menyesatkan kita ke jalan lain.yang dijanjikan, di tengah segala sesuatu yang dihadapi dalam hidup.

Related Posts