Definisi Sebuah Khotbah dan Aplikasinya

Saya bermaksud memberikan definisi tentang eksposisi Alkitab dan sekaligus menyajikan dasar pembenarannya. Kedua hal ini saling berkaitan, karena alasan bagi eksposisi Alkitab terdapat di dalam definisinya itu sendiri.

Berikut definisinya:
Menguraikan Kitab Suci adalah membuka teks yang diilhamkan dengan kesetiaan dan kepekaan sedemikian rupa sehingga suara Allah terdengar dan umat-Nya menaati-Nya.

Dari definisi ini terdapat enam implikasi:

  • dua keyakinan tentang teks Alkitab,
  • dua kewajiban dalam menguraikannya,
  • dan dua harapan sebagai hasilnya.

DUA KEYAKINAN TENTANG TEKS ALKITAB

(1) Alkitab adalah teks yang diilhamkan

Menguraikan Kitab Suci berarti membuka teks yang diilhamkan. Wahyu dan inspirasi tidak dapat dipisahkan.

  • Wahyu: tindakan Allah menyatakan diri-Nya
  • Inspirasi: cara Allah melakukannya, yaitu melalui nabi dan rasul

Allah berbicara melalui mereka dan “menghembuskan” firman-Nya sehingga menjadi tulisan yang kita kenal sebagai Kitab Suci.

Selain itu ada providensia, yaitu pemeliharaan Allah yang memastikan firman itu:

  • dituliskan,
  • dipelihara sepanjang zaman,
  • dan dapat diakses oleh semua orang.

Jadi, Kitab Suci adalah Firman Allah yang tertulis.

Keyakinan ini sangat penting bagi pengkhotbah.
Jika Allah tidak berbicara, kita tidak punya apa-apa untuk disampaikan.
Tetapi karena Allah telah berbicara, kita harus menyampaikan apa yang Ia katakan.

Seperti dikatakan:

  • “Singa telah mengaum—siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman—siapakah yang tidak bernubuat?” (Amos 3:8)
  • “Kami percaya, sebab itu kami berkata-kata” (2 Korintus 4:13)

(2) Teks yang diilhamkan itu sebagian “tertutup”

Jika teks perlu “dibuka”, berarti tidak sepenuhnya mudah dipahami.

Reformator memang mengajarkan bahwa Alkitab jelas (perspicuity), tetapi itu terutama berlaku pada inti Injil keselamatan.
Tidak semua bagian Alkitab mudah dipahami.

Bahkan:

  • Petrus mengakui ada bagian tulisan Paulus yang sulit dimengerti (2 Petrus 3:16)

Karena itu:

  • Kita membutuhkan satu sama lain
  • Kita membutuhkan gereja sebagai komunitas penafsiran
  • Kita membutuhkan gembala dan pengajar

Seperti sida-sida Etiopia berkata:
“Bagaimana aku dapat mengerti, jika tidak ada yang menjelaskannya?” (Kisah Para Rasul 8:31)


DUA KEWAJIBAN DALAM MENGURAikan TEKS

(1) Kesetiaan kepada teks Alkitab

Kita harus:

  • masuk ke dalam dunia penulis Alkitab
  • memahami sejarah, budaya, bahasa, dan konteks mereka

Kesalahan terbesar adalah:

  • memasukkan pemikiran kita ke dalam teks
  • memaksa teks mendukung pendapat kita

Seperti kata Calvin:
“Tugas utama seorang penafsir adalah membiarkan penulis mengatakan apa yang ia katakan.”


(2) Kepekaan terhadap dunia modern

Firman Allah ditujukan untuk semua zaman, termasuk zaman kita.

Karena itu:

  • Ekspositor bukan hanya menjelaskan teks (exegete)
  • tetapi juga menerapkannya (expositor)

Kita harus:

  • memahami dunia modern
  • mendengar pertanyaan manusia
  • merasakan penderitaan mereka

Keseimbangan penting:

  • Jangan mengorbankan kebenaran demi relevansi
  • Jangan mengabaikan relevansi demi kesetiaan

Ekspositor sejati menggabungkan kesetiaan dan kepekaan.


Dua pertanyaan penting:

  1. Apa arti teks ini pada waktu ditulis?
  2. Apa pesannya bagi kita sekarang?

Jika hanya berhenti di masa lalu → menjadi tidak relevan
Jika langsung ke masa kini tanpa memahami teks → menjadi dangkal


DUA HARAPAN HASIL EKSPOSISI

(1) Suara Allah akan terdengar

Allah tidak hanya pernah berbicara, tetapi masih berbicara melalui Firman-Nya.

  • “Firman Allah hidup dan kuat” (Ibrani 4:12)

Ketika pengkhotbah dan jemaat benar-benar mengharapkan Allah berbicara:

  • suasana ibadah berubah
  • jemaat lapar akan firman
  • pengkhotbah berkhotbah dengan kesungguhan

(2) Umat Allah akan taat

Firman Allah selalu menuntut respons.

Respons itu bisa berupa:

  • penyembahan (jika Allah menyatakan diri-Nya)
  • pertobatan (jika Ia menegur dosa)
  • iman (jika Ia menyatakan Kristus)
  • ketaatan (jika Ia memberi perintah)
  • pengharapan (jika Ia berbicara tentang masa depan)

Penutup

Adalah sebuah kehormatan besar menjadi pengkhotbah ekspositori:

  • membawa Firman Allah di tangan
  • Roh Allah di hati
  • dan umat Allah di hadapan

dengan harapan bahwa:
Allah berbicara — dan umat-Nya taat.

Related Posts