2 Timotius 1

PERMASALAHAN: Mengapa Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa ia tidak boleh malu untuk bersaksi tentang Tuhan?

SOLUSI: Karena Timotius telah setia kepada Allah sejak masa pertumbuhannya dan Roh Kudus memampukan orang percaya melalui kasih dan penguasaan diri untuk menjadi saksi bagi Yesus yang bangkit, bahkan ketika orang lain berpaling.

PESAN TEKS: Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa ia tidak boleh malu untuk bersaksi tentang Tuhan karena Timotius telah setia kepada Allah sejak masa pertumbuhannya dan Roh Kudus memampukan orang percaya melalui kasih dan penguasaan diri untuk menjadi saksi bagi Yesus yang bangkit, bahkan ketika orang lain berpaling.

PESAN KHOTBAH: Jangan malu akan karya Tuhan dalam hidupmu.


2 Timotius 2:1–13

PERMASALAHAN: Apa yang Paulus katakan kepada Timotius sebagai hasil dari menjadi kuat dalam kasih karunia Yesus?

SOLUSI: Mendapatkan sumber kekuatan untuk bertahan dalam situasi yang sangat sulit, masa-masa pengorbanan, dan komitmen pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri demi keselamatan yang telah Yesus bawa ke dalam dunia melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

PESAN TEKS: Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa hasil dari menjadi kuat dalam kasih karunia Yesus adalah memperoleh sumber kekuatan untuk bertahan dalam situasi yang sangat sulit, masa-masa pengorbanan, dan komitmen pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri demi keselamatan yang telah Yesus bawa ke dalam dunia melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

PESAN KHOTBAH: Kasih karunia Yesus adalah sumber kekuatan kita untuk bertahan dalam segala hal.


2 Timotius 2:14–3:9

PERMASALAHAN: Bagaimana Paulus menantang Timotius untuk menghadapi guru-guru palsu di Efesus yang mengajarkan bahwa kebangkitan orang percaya sudah terjadi?

SOLUSI: Dengan menghindari perdebatan, omongan kosong yang tidak kudus, keinginan jahat, dan pertengkaran yang bodoh, tetapi sebaliknya menampilkan diri sebagai orang yang berkenan kepada Allah, yang dengan benar mengajarkan Firman dan memberitakan Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus.

PESAN TEKS: Paulus menantang Timotius untuk menghadapi guru-guru palsu di Efesus dengan menghindari perdebatan, omongan kosong yang tidak kudus, keinginan jahat, dan pertengkaran yang bodoh, serta menampilkan diri sebagai orang yang berkenan kepada Allah yang dengan benar mengajarkan Firman dan memberitakan Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus.

PESAN KHOTBAH: Pilihlah kata-katamu dengan bijaksana dan tindakanmu dengan penuh kepedulian.


2 Timotius 3:10–17

PERMASALAHAN: Mengapa Paulus menceritakan cara hidupnya serta penderitaan dan kesengsaraannya kepada Timotius?

SOLUSI: Sebagai pengingat bahwa orang yang hidup saleh akan mengalami penganiayaan, dan bahwa Kitab Suci yang diilhamkan Allah dapat memperlengkapi orang untuk kehidupan dan pekerjaan yang Allah panggil.

PESAN TEKS: Paulus menceritakan cara hidupnya serta penderitaan dan kesengsaraannya sebagai pengingat bahwa orang yang hidup saleh akan mengalami penganiayaan, dan bahwa Kitab Suci yang diilhamkan Allah dapat memperlengkapi orang untuk kehidupan dan pekerjaan yang Allah panggil.

PESAN KHOTBAH: Ketekunan dalam iman lahir dari ketergantungan pada Kitab Suci.


2 Timotius 4:1–5

PERMASALAHAN: Apa amanat terakhir Paulus kepada Timotius ketika ia melihat ke masa depan?

SOLUSI: Untuk selalu siap memberitakan kebenaran, karena akan datang waktunya orang tidak lagi menerima ajaran yang sehat, tetapi menggantinya dengan ajaran yang lembut dan dangkal.

PESAN TEKS: Amanat terakhir Paulus kepada Timotius adalah untuk selalu siap memberitakan kebenaran, karena akan datang waktunya orang akan menggantikan ajaran yang sehat dengan ajaran yang lembut dan dangkal.

PESAN KHOTBAH: Dalam setiap musim, beritakanlah Firman.


2 Timotius 4:6–8

PERMASALAHAN: Bagaimana Paulus memandang akhir hidupnya?

SOLUSI: Dengan kepuasan besar karena ia telah menderita bagi Tuhan dan dengan pengharapan akan mahkota kebenaran.

PESAN TEKS: Paulus memandang akhir hidupnya dengan kepuasan besar karena ia telah menderita bagi Tuhan dan dengan pengharapan akan mahkota kebenaran.

PESAN KHOTBAH: Upah menanti bagi mereka yang setia mengikuti Tuhan.

Related Posts