Hari 83: Kita Mengenal Para Pendengar dengan Mendengarkan Mereka

Korah bin Yizhar, anak Kehat, anak Lewi, bersama beberapa orang Ruben – Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet – memberontak. Mereka bangkit melawan Musa bersama 250 orang Israel lainnya, para pemimpin umat yang terkenal dan telah ditunjuk sebagai anggota dewan. Mereka bersatu dan menentang Musa dan Harun, serta berkata kepada mereka, “Cukuplah! Seluruh umat adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapa kamu meninggikan diri di atas jemaat TUHAN?”

Ketika Musa mendengarnya, ia sujud menyembah. Lalu ia berkata kepada Korah dan semua pengikutnya, “Besok pagi TUHAN akan menyatakan siapa yang menjadi milik-Nya dan siapa yang kudus. Orang yang dipilih-Nya akan didekatkan kepada-Nya. Kamu, Korah dan semua pengikutmu, lakukanlah ini: ambillah perbaraan dan esok hari letakkan bara api serta ukupan di dalamnya di hadapan TUHAN. Orang yang TUHAN pilih, dialah yang kudus. Hai orang-orang Lewi, cukuplah bagimu!”
(Bilangan 16:1–7)

Kita Mengenal Para Pendengar dengan Mendengarkan Mereka

Ketika para anggota dewan menuduh Musa telah meninggikan diri atas jemaat Tuhan, rasanya mustahil bagi Musa untuk tidak mendengar mereka! Dan karena ia mendengarkan, Musa mampu merespons dengan tepat berdasarkan apa yang mereka katakan. Dalam hal ini, Musa sebenarnya dipermudah. Bagi kita, mungkin kita cenderung mengabaikan apa yang orang katakan, dan tidak menganggapnya sebagai cara utama untuk mengenal mereka.

Namun, Tuhan Yesus berkata dengan jelas: “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Mat. 12:34). Maka jika kita ingin mengenal isi hati para pendengar kita, kita harus belajar mendengarkan dengan saksama. Kata-kata mereka akan mengungkapkan ketakutan, prasangka, kerinduan, dan sukacita mereka. Memang tidak selalu terjadi, tetapi lebih sering daripada yang kita kira, jika kita mau mendengarkan, para pendengar kita akan memberitahu kita tentang pergumulan rohani mereka.

Yunus 1:7–10 memberikan kesaksian yang luar biasa tentang hal ini:

Kemudian berkatalah mereka satu kepada yang lain: “Marilah kita membuang undi, supaya kita mengetahui karena siapa kita ditimpa malapetaka ini.” Mereka membuang undi, dan undi itu jatuh pada Yunus. Lalu kata mereka kepadanya: “Beritahukanlah kepada kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini? Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang? Apa negerimu dan dari bangsa mana engkau?” Lalu jawabnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani. Aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan laut dan daratan.” Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” (Sebab mereka tahu bahwa ia sedang lari meninggalkan hadapan TUHAN, karena hal itu telah diceritakannya kepada mereka.)

Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mendengar. Bentuklah aku menjadi seperti Engkau. Tolong aku untuk mendengarkan dan belajar. Amin.

Related Posts